Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2020

Please Go Away | puisi karya Ummu Farihah



Datang dengan sengaja
Atau karena ketamakan manusia
Menyebar dengan cepat
Membungkam kesombongan umat

Perlahan baru sadar
Datanglah penyesalan
Memohon kepada yang maha kuasa
Agar diberi keselamatan

Semua bersujud dengan memohon
Dengan ketakutan menyelimuti
Memohon agar pergi dari bumi
Covid-19 please go away
more »

Minggu, 12 April 2020

Waktu pagi | karya Ilmiya Putri




waktu dimana aku kembali melihat dunia
Untuk pertama kalinya dari beberapa kali
Mentari yang bersinar terang
Awal dimana hari menyambut dengan senyuman
Awal yang membawa kebahagiaan 
Menghilangkan kejenuhan.

Langkah awal yang kubuat
Melewati pintu rumah
Menuju kepadatan jalan raya
Dimana menjadi kilas balik sebuah kesibukan
Kendaraan berlalu lalang 
Dengan pengendara yang berambisi kuat
Mengejar indahnya urusan dunia.


more »

Selasa, 07 April 2020

Topeng Ilusi Puisi Karya Zaitun Alfiyah



topeng ilusi
Sebuah topeng yang ku ciptakan 
dari pemikiran-pemikiran luar 
demi menuai bunga luar yang indah 
aku tak bisa berkutik dalam hal apapun 
terperangkap ke dalam dimensi bukan aku
dan memasang wajah ilusiku
Ingin lari dari dimensi ini tapi tak bisa
aku terpengaruh roh topeng ilusi yang kuciptakan 
membuatku harus peduli pada manusia yang memang tak peduli padaku
beritahu aku cara menghempas topeng ini dan mencintai wajah asliku


more »

Senin, 30 Maret 2020

Puisi alasanku | Karya Dina Agustina



Alasanku

Kamu...
Pernah menjadi sesuatu yang aku perjuangkan
Pernah menjadi alasanku tersenyum disetiap keadaan
Pernah menjadi alasanku bangun saat aku terpuruk
Pernah menjadi alasanku bangkit meskipun terpincang-pincang
Kamu....
Pernah menjadi alasanku untuk bangkit
Kau bagai mesin pencarian
Yang selalu memberiku solusi
Disaat kesulitan melanda kau selalu ada untukku
Hampa, lara semua kutuangkan
Kau tak pernah bosan
Kamu...
Pernah menjadi alasanku mengingat masa depan
Kau selalu menghibur hatiku
Sementara hatimu masih gundah
Kau mengingatkanku masa depan
Yang hampir rampung
Kau mengingatkanku
Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup,
Berusaha mengukir asa,
memasuki rahasia langit dan samudra,
mencipta dan merubah dunia
Kau mengingatkanku
Akan tugas yang disandang
Karena tugas adalah tugas
Bukanlah demi surga atau neraka
Tetapi demi kehormatan seorang manusia
Segala sesuatu telah ku korbankan untukmu
Karena kau adalah alasanku
Kau sudah terlalu lama kuingat
Hingga semuanya terasa begitu sakit, sulit nan rumit
Aku  masih mencoba untuk bangkit
Meski harapan semakin sempit
Di penghujung rasa sakit aku merasa
Tuhan seakan berbisik
itu bukan cara terbaik, bangunlah aku lebih baik untukmu




more »

Minggu, 22 Maret 2020

Suara Untuk Semesta | puisi karya Erizka Ajeng





Bersama semesta ku menyendiri
Sinar rembulan datang menghampiri
Bersama kerlipan bintang yang menemani
Sedang aku terduduk manis mamandangi

Mengapa hidup seperti ini?
Aku terdiam dalam sunyi
Aku terdiam dalam gelap
Duhai langit yang semakin menggelap

Ingin ku ungkap ini terasa sempit
Tubuhku tak kuasa terhimpit
Bolehkan aku lelah pada dunia ini?
Biarkan aku pergi
Pergi tanpa mereka sadari
Dan pergi tanpa menyendiri lagi
more »

Rabu, 18 Maret 2020

Sore | Puisi Karya Riska Panca Agustin







Sore
Yang berarti sebentar lagi
matahari akan segera
berpamit pergi

Sore
Yang orang bahkan
tidak sadar kalau malam
agan segera datang

Sore
Yang sampai saat ini
tak pernah kamu sapa
meski sering bertatap mua

Aku suka kamu
Tapi lebih suka sore


more »

Kamis, 27 Februari 2020

Surat Gelap | Puisi Karya Dina Agustina





Surat gelap
Kau terselundup
Didalam sepatuku kau bersembunyi
Kau bagai teka teki redup
Kata kata yang tertulis
Kau menuliskan kata kata manis
Membuatku penasaran
Dan aku hanya bisa diam
Karna kau hanya surat gelap
Dan kau hanya surat nyasar di sepatuku
Aku hanya bisa diam
Siapapun penulisnya
Aku tak peduli....
more »

Senin, 24 Februari 2020

Angan ku | Puisi karya Ariyani Maulidatus Tsaniyah.






Angan ku

Sebuah mimpi yang sangat jauh
Di atas sana menjulang tinggi tak terlihat
Berpadu dengan langit bintang dan bulan
Jauh hingga tak mampu ku gapai

Bisa apa aku?
Gadis kecil yang lemah
Malas untuk berusaha
Namun menginginkan semuanya

Angan ku, aku harus bisa
Menemukan jalan yang membuatku mampu
Mampu untuk berusaha
Dan menjadi orang yang berjasa

Aku percaya takdir Tuhan
Jika aku berusaha, Dia akan menentukan yang terbaik untukku
Hingga semua mimpiku, kugapai satu-persatu
Dan semua akan ku genggam dengan angan ku

Masih angan ku saja...
more »

Minggu, 16 Februari 2020

Perihal Luka | Puisi Karya Siti Nur Faida


Perihal Luka

Membekas di hati
Membeku di jiwa
Memberi rasa benci
Namun tidak membara

Langit tidak selamanya cerah
Hujan pun membawa bencana
Semua datang dengan mudah
Juga pergi begitu saja

Keheningan tak bisa hilang
Kegundahan ini melawan
Situasi yang mencekam
Hampa yang ku rasakan

Mungkinkah untuk diperbaiki?
Ataukah lebih baik dihindari
more »

Sabtu, 14 Desember 2019

Berharap Tapi Berubah | Puisi Karya Siti Nur Faidah


Tiba saat dimana hati ingin berbicara
Mencari celah tuk ungkapkan semua
Mengutarakan penyesalan yang terpendam
Memberi jawaban tapi tidak untuk dendam

Rasa yang selalu jadi penentu
Membisik untuk membisu
Ingin ku tetap menetap
Meski hanya menginap

Tapi saatnya lari dari kegelapan
Untuk menghadapi kenyataan
Kita bertarung dalam sebuah perang
Tapi tidak ada yang menang

Tidak ada yang berbeda
Tetapi semuanya telah berubah []
more »

Jumat, 13 Desember 2019

Lelah | Puisi Karya Ariyani Maulidatus Tsaniyah



LELAH

Banyak yang berkata
Jadilah berbeda.
Berbeda dari orang yang lebih sempurna
Dan jadikanla dirimu istimewa

Namun jauh dari kata itu,
Dengan tubuh kecil
Dan rupa yang tak begitu indah
Akankah mereka mau menerimaku?

Kata-kata kasar keluar dari mulut orang tersayang
Bahkan orang itu telah berjasa untukku
Memperbandingkan dengan orang lain
Bahwa aku lebih buruk dari yang dulu

Sakit, itu jauh dari kata sakit
Aku sadar bahwa aku adalah manusia
Manusia yangblelah dengan hinaan dan cacian
Lelah dengan semua kehidupan ini

Namun aku lupa,
Aku lupa bersyukur
Aku lupa Tuhan menciptakan aku sebagai manusia biasa
Aku lupa, tak ada manusia yang lebih sempurna

Terimakasih untuk semuanya
Aku harap kalian bisa membedakan
Manusia biasa yang buruk rupa dengan manusia yang buruh hatinya
Itu lebih keji siapa
Tapi, aku sungguh Lelah... []
more »

Berakhir | Puisi Karya Zaitun Al Fiyah.






Tak bisa dihindari...
Bukan menjauh, tapi mendekat
Menghampiri secara perlahan
Tanpa kesadaran

         Berakhir penyesalan
         Yang tidak bisa diulang
        Mengakhiri cerita, meninggalkan nama
Ingin kembali..
Tapi takdir mengunci
Mencoba mencari celah, tapi tetap saja.
Hanya bisa menghadapi akhir cerita

more »

Kamis, 12 Desember 2019

How? | Puisi Karya Luluk Ezilina


How?                                                

1, 2, dan 3 ialah angka
Berfikir itu yang digunakan
Jemari lentik menuliskan simbol angka
Sulit rasanya
Tapi mencoba mengerti
Bimbang rasanya
Tapi berlanjut lagi

Sadar bahwa hanya garis kosong
Menemukan jawaban kosong
Terlihat pupil disudut mata si empu punya
Kanan dan kiri
Tik-tok layaknya irama jam

Menunduk itu yang dilakukan
Menggantikan lembar baru
Meninggalkan lembar lalu

Menyerah
Itu pikirnya
Diakhiri tolehan kesamping
Dan akhir kata tanya padanya
"Bagaimana jawabannya?
more »

Tertahan Seperti ada yang Melarang | Puisi Karya Ummu Farihah


Jalanan panjang membisu
Kendaraan hilang seperti debu
Hembusan angin seperti berbisik
Pohon menari bagai mendengar musik

Langit hitam bagai diberi pewarna
Awan menggumpal bagai kertas
Ingin menumpahkan semua beban
Tetapi tertahan seperti ada yang melarang

Terasa mencekam tetapi menyenangkan
Menakutkan tapi menenangkan
Datang tanpa permisi
Hilang tanpa pamit
more »

Rabu, 11 Desember 2019

Tak Berarti | Puisi karya Melly putri




Berjalan dengan langkah yang pasti
Berlari seperti cepatnya cahaya
Namun tetaplah diri ini
Bagian dari beribu debu di tanah


Selalu mencari terangnya cahaya
Namun sebentar menghilang
Dan cahaya itu berpindah
Tanpa memberi sedikit harapan


Berlian itu bersinar terang dengan cahayaku
Namun aku tetap sebagai debu
Hanya bisa meredup
Dan melihat bagaimana terang cahaya itu
more »

Sendu Sunyi Sang Senja | Puisi Karya Shello Mitha


Senja tak seindah biasanya
Katakan semua tak apa

Senja hilang jingganya
Katakan semua tak apa
Senja tak lagi di puja
Katakan semua tak apa

Senja bukanya pergi
Ia hanya takut tuk kembali

Melihat dengan nanar
Tiap netra yang tetap ia penuh binar

Katakan,senja teman sendu dan sunyi
Tak nampak kah mereka sendu,sunyi sang senja?

Cukup katakan semua tak apa
Bahkan jika senja tak seindah biasanya
more »

Lalu | Puisi Karya Talitha Atha


Lalu
Masa yang telah sirna
Waktu yang tak kembali
Semua yang telah pergi

Tak ada waktu yang baka
Kita sudah tak bersama
Semuanya telah
Dimakan oleh waktu

Jutaan tawa guraun
gelapnya kehidupan
Kau dan aku
Sudah jadi masa yang telah lalu
Menyisakan kenangan

Elok
Namun tak lagi bermakna
more »

Teman Sejati | Puisi Karya Ilmiya Putri


Teman sejati
Hanya dia yang paham
Segala keresahan
Walau kau sembunyikan
Semua luka

Entah bagaimana ia bisa menemukan
Sakit yang sedang menghilang
Luka yang tersimpan
Kesedihan dibalik senyuman

Ia begitu mengetahui perubahan dalam diri
Dikala bahagia yang berpura pura
Dan sedih karena bahagia

Bukannya dia punya sihir
Tapi ialah makhluk belahan hati
Yang slalu mengerti apa maunya hati ini
Terimakasih untuk diri sendiri
Karna dialah teman sejati []
more »

Selasa, 10 Desember 2019

Penyesalan | Puisi Kaya Erizka Ajeng Rahmaniar


Sesuatu hilang tanpa tersadari
Hari mudaku tak berarti
Aku tak mengerti
Penyesalan hanya nurani

              Rotasi akalku menyangka
              Penyesalan yang tak berharga
              Di pintu-mu akan mengetuk
              Meratapi bayangan jiwa

Inginku gapai asaku
Yang membayangi kalbu
Untuk melunasi penyesalanku []
more »

Minggu, 08 Desember 2019

Tangan | Puisi Karya Tsabita


Tangan.
Kau  sebagai saksi atas perjuangan-perjuangan  yang ku lakukan setiap hari,
meski hasilnya terkadang tak sesuai dengan ambisiku
Namun kau masih setia menungguku,
menjemput masa depanku yang cemerlang.
Kelak nanti di akhirat,
kau siap membelaku dihadapan Tuhan,
untuk mempermudah semua urusanku.
Sebab engkaulah yang paling tahu tentang keja kerasku,
dibanding yang lain.
more »
Diberdayakan oleh Blogger.

Kata Bijak

Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan hanya dengan satu hobi. Setidaknya milikilah tiga macam hobi, satu yang bisa menghasilkan uang, satu lagi yang bisa menjaga kesehatan, dan satu lagi yang bisa membuat kita selalu kreatif #arulight

Cari Blog Ini

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Text Widget