Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label Artikel.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2019

Biografi Nadiem Makarim | Karya Zaitun Al Fiyah.


 


     Nadim Anwar Makarim atau lebih dikenal Nadiem Makarim, seorang yang tergolong masih muda  sekarang menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Beliau lahir di Singapura pada tanggal 14 Juli 1948. Beliau putra dari pasangan Nono Awar Makarim seorang aktivis dan Atika Algadri seorang penulis.
     Nadiem memulai pendidikannya dengan bersekolah di Jakarta dan Singapura, setelah menyelesaikan pendidikan SLTA  beliau melanjutkan ke perguruan tinggi di luar negeri atau lebih tepatnya di Brown University, Amerika serikat dengan mengambil jurusan hubungan internasional. Kemudian beliau memperoleh gelar sarjana menjadi Master Of Business Administration di Harvard university. Pada tahun 2006 Nadiem memulai karir sebagai konsultan di Mc. Kinsey dan Company. Kemudian beliau melanjutkan dengan menjadi pengusaha di Indonesia, beliau menjabat sebagai CIO Kartuku dan akhirnya beliau mengembangkan Go-Jek pada tahun 2010- 2019.
    Salah satu kalimat motivasi dari Bapak Nadiem Makarim adalah  "Setiap orang bisa mencuri idemu, tapi tidak setiap orang bisa mencuri tindakanmu". Jadi katakan apapun yang bisa kamu lakukan.

more »

Sabtu, 07 Desember 2019

The Graphic Designer - Biografi Mujianto, S.Pd. | Karya Novi Nur Agustia.




    Mujianto, S.Pd. adalah seorang guru kesenian yang lahir di Lamongan pada 12 februari 1980 yang mengajar di sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Paciran. Beliau merupakan anak termuda dari pasangan suami isteri Sanusi dan Kasmuni dan mempunyai 2 saudara, 1 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan. Pak Mujianto ini merupakan guru yang sangat ramah dan selalu gembira disetiap harinya, walaupun kita tidak tahu apa beliau mempunyai kendala, beliau bisa menutupinya. Selain itu meskipun pelajaran yang dipegangnya sering tidak disegani oleh beberapa muridnya, tetapi beliau sabar dalam menghadapi keadaan ini. 


   Orang yang tinggal di Desa Blimbing jalan Semangu ini, memiliki beberapa kisah hidup yang mungkin bisa kita jadikan inspirasi hidup. Beliau ketika masih kecil tidak ada niatan untuk sekolah, tidak ada terbesit untuk sekolah tinggi, karena dulu dari kecil ayah beliau sudah meninggal dunia, setelah itu beliau hidup ikut dengan neneknya dan paman-pamannya. Lalu kakaknya membawanya ke TPAY(Taman Pendidikan Anak Yatim) untuk anak yang kurang mampu dan yatim. Beliau sekolah, langsung menduduki kursi pada jenjang Madrasah sebab pada saat itu orang yang memperoleh pendidikan Taman Kanak-Kanak hanya untuk orang yang mampu saja. Setelah lulus dari jenjang Madrasah, beliau melanjutkan ke jenjang SMP di SMP M 7 Blimbing pada tahun 1996 yang dibiayai oleh pamannya. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama, beliau melanjutkan kejenjang SMA di SMA NEGERI 1 Paciran yang juga dibiayai oleh pamannya. Beliau sekolah disambi dengan berjualan solar didepan rumahnya untuk membiayai SPPnya. Dari SMA,  sudah terlihat skill kemampuan yang beliau miliki (menggambar dan melukis). 


   Berawal dari dulu, ketika beliau masih kecil, beliau diberi majalah bubu oleh kakaknya, untungnya juga kakak beliau suka membaca buku. Dari majalah tersebut beliau terinspirasi dari cerita dan ilustrasi gambarnya untuk menggambar. Sering coret-coret sambil disewakan komik-komik superhero seperti Gondala dan Superman oleh kakaknya. Selain itu beliau juga diberi cat warna dan memulai ke tahap melukis. 
   Setelah SMA, beliau kuliah dijurusan seni, kuliah di Jogja kursus menggambar atau desain grafis. Dan beliau mengambil jalan UAMPTN dam mencoba daftar kuliah di UNESA Surabaya jurusan seni rupa, dan itupun dibiayai oleh pamannya juga.

   Ayah dari 2 anak ini, memiliki keinginan yang saat ini masih belum bisa terwujudkan, yaitu ingin mendidik anak-anak dalam versi pendidikan ilmu yang beliau kuasai agar bisa peka dengan kebudayaan, seni, dan diberikan secara cuma-cuma dan tidak terkonsep pada sistem pendidikan negara kita (lebih bebas lagi) tetapi dilandasi dengan etika, moral dan agama. Ingin memiliki tempat yang dimana, tempat itu adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang belajar menguasai seni, budaya oleh anak-anak muda, agar bisa dilestarikan, ditempat tersebut akan beliau isi dengan seni lukis, seni tari, dan karya-karya lainnya. 


   Orang yang memiliki makanan favorit yang terkombinasi dengan sayur ini, memiliki suatu kegagalan yang membuat beliau tidak merasa putus asa dalam melakukan suatu hal, yaitu setelah kuliah beliau tidak ingin menjadi guru, murni kebidang seni, ilustrator, designer, dan pelukis tetapi tuhan mengarahkan untuk menjadi guru. Meskipun begitu, beliau masih mengimbangi dengan karya-karyanya karena ilmu seni adalah ilmu praktis. Beliau merasa gagal karena tidak mencapai itu, tetapi beliau tidak patah semangat meskipun tidak mencapai hal itu. 


   Disamping itu beliau memiliki karya-karya yang menyangkut dengan keahliannya, ada beberapa karya yang dipublikasikan oleh beliau, sehingga bisa menjadi motivasi untuk anak-anak muda agar terus bisa berkarya. 


   Orang sukses tidak harus pada waktu muda, saat tua pun masih bisa sukses dan kesuksesan itu tidak diukur dengan materi juga tetapi dengan apa yang diinginkan bisa tercapai. 


   Beliau memiliki motivasi dihidupnya yang membuat hidup beliau bisa mencapai kesuksesan hingga saat ini, yaitu isteri dan anak-anaknya.

Semoga bermanfaat terimaksih....
more »

Jumat, 06 Desember 2019

Biografi Ilza Rinandy Oktaviana | Karya Dina Agustina.




Bu Ilza Rinandi Oktavia ini atau biasa dipanggil bu Ilza lahir pada tanggal 27 Oktober 1993 di Bondowoso dan sekarang beliau sudah berumur 26 tahun. Beliau terlahir dari pasangan suami istri yakni dari bapak Budi Hadiyanto dan ibu Habibah Supriyatin Ningsih, beliau adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara, dan sekarang beliau tinggal di Kebon Sari Blimbing. Sejak kecil beliau ingin menjadi seorang guru akan tetapi dulu cita citanya sempat berubah ubah beliau juga ingin menjadi seorang polisi atau biasa disebut polwan lalu setelah lulus SMA beliau teropsepsi ingin menjadi seorang pengusaha, akan tetapi takdir lebih memilih beliau untuk menjadi seorang guru tapi di samping itu usaha yang didirikan beliau juga sudah jalan dengan lancar.

Bu Ilza menjalani pendidikannya di bangku MI, SMP, dan SMA di jombang, lalu pada tahun 2012 beliau melanjutkan kuliah di Universitas Airlangga surabaya mengambil jurusan antropologi dan lulus pada tahun 2016. Beliau mulai mengajar di SMAN 1 Paciran ini pada bulan maret 2019 beliau mengajar baru selama 1 semester ini. Pada tahun 2019 beliau masih menjadi CPNS dan sudah di terima di sekolah SMAN 1 Paciran ini, pada bulan November 2019 beliau dilatih untuk menjadi PNS dan alhamdulillah sekarang sudah menjadi PNS.

Bu Ilza merupakan salah satu guru antropologi di SMAN 1 Paciran beliau mengajar pelajaran Antropologi di kelas BAHASA akan tetapi bu Ilza juga mengajar sosiologi di kelas IPS baik kelas 10 maupun 11. Beliau sangat menikmati pekerjaannya tersebut karena baginya bisa bertemu dengan berbagai macam karakter anak- anak jadi selain mengajar juga sebagai hiburan tersendiri, saat mengajar beliau termotivasi dengan anak anak yang semangat belajar dan juga beliau ingin mengajarkan tidak sekedar mata pelajaran saja tetapi beliau juga menekankan  psopskill dari anak anak jadi yang diperhatikan bukan hanya nilai nya saja tapi juga dari perilaku tata kramannya.

Beliau memilih menjadi seorang guru karena selain takdir menurut beliau guru itu bukan hanya sekedar pekerjaan tetapi panggilan hati karena bagi beliau tugas guru itu tudak mudah, kalau hanya sekedar di nilai dari segi pekerjaan saja hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup saja tapi kalau guru bukan hanya sekedar bekerja tapi juga punya tanggungjawab  yang lebih untuk memberikan yang terbaik bagi murid muridnya agar menjadi generasi yang lebih baik kedepannya.

Hobi beliau adalah makan dan jalan jalan ketemu orang tersayang dan  pengalaman yang paling menyenangkan bagi beliau adalah ketika beliau berkeinginan untuk mendaki gunung semeru gunung tertinggi di jawa tapi baginya perjalanan tersebut suatu hal yang tidak mungkin baginya, tetapi ternyata  keinginan beliau terwujud ketika beliau diberi kesempatan diajak temennya untuk mendaki gunung dan akhirnya keinginan beliau pun terpenuhi dan akhirnya beliau berhasil melawan dirinya sendiri dengan membuang rasa ketidakmampuan itu, karena beliau yakin bahwa tidak ada  suatu hak yang sulit yang tidak bisa dilakukan semua bisa asalkan kita berani dan semangat. Dan suatu hal yang menjadi kekurangan beliau adalah tidak bisa melawan rasa minder.

Guru yang ramah ini berhasil menumbuhkan semangat bagi para muridnya dengan cara beliau mengajar dengan sabar apabila ada salah satu muridnya yang bikin emosi, beliau juga mengajarkan cara apabila ingin dihargai dengan orang lain maka harus mengahargai orang lain juga. Makanan favoritnya adalah masakan ibu karena baginya tidak ada masakan enak selain masakan ibu beliau, minuman favorit beliau adalah es blewah.

Di usia yang masih muda ini beliau memanfatkan profesinya sebagai guru dengan menuangkan seluruh  ilmu ilmu yang telah dipelajarinya selama bertahun tahun kepada murid muridnya. Beliau berharap bahwa suatu saat nanti ilmu beliau yang sudah beliau ajarkan bermanfaat bagi anak didiknya kedepannya karena bagi beliau  itu akan menjadi keberkahan bagi beliau sendiri.

Sekian biografi tentang bu Ilza, semoga bermanfaat.
Selamat membaca...
Wasslamualaikum Wr. Wb.
more »
Diberdayakan oleh Blogger.

Kata Bijak

Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan hanya dengan satu hobi. Setidaknya milikilah tiga macam hobi, satu yang bisa menghasilkan uang, satu lagi yang bisa menjaga kesehatan, dan satu lagi yang bisa membuat kita selalu kreatif #arulight

Cari Blog Ini

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Text Widget